Monday, 18 November 2019

Nanti Kembali

Sebenarnya banyak yang ingin aku ceritakan, hanya saja bukan saat ini.

Wednesday, 6 April 2016

Pagi

Ini sudah pagi.
Lelapku sirna sudah.
Mentari sombongkan sinarnya.
Bulan sembunyi di balik lamunan.
Mimpi telah hilang bersama larut malam.
Kenyataan siap menghadang panasnya terik.
Ucapkan selamat tinggal malam.

Monday, 4 April 2016

Hari Minggu

Hai hari Minggu.
Semuanya mulai terasa penuh.
Ingin aku berhenti saat ini.
Tapi sinar semu itu tetap menerangi.

Hai hari Minggu.
Semuanya makin terasa sesak.
Kacamata ku melihat semuanya dengan jelas.
Tapi aku tetap menutup mata.

Hai hari Minggu.
Apakah dia akan selalu berkata benar?
Jujur aku tidak tahu.

Hai hari Minggu.
Segala keraguan ini.
Segala ketidak-tahuan ini.
Segala kegelisahan ini.
Segala pertanyaan ini.
Membuatku sungguh ingin berhenti.

Hai hari Minggu.
Aku ingin menyelesaikan semuanya hari ini.
Apakah aku sanggup?
Hari Minggu tolong jawab aku.

Hai hari Minggu.
Beritakanlah kepada hari lainnya.
Aku masih berjuang.
Aku masih berjalan di jalur yang sama.
Gangguan di kiri-kananku pergilah menjauh.

Tuhan, kabarkanlah kapan aku harus berhenti.

Mulai dibuat pada hari Minggu.

Tuesday, 15 March 2016

Menuju Batas

Tak mati matahari tenggelam
Tak habis air mengalir
Tak lenyap bulan menghilang
Tak kering air mata keluar
Tak bisu lidah bersuara

Singgasana megah kosong tak tenang
Merayapa rayap menggerogoti
Kokoh kuat tak lagi
Lapuk sudah sesal menjajal
Ajari batu keras nan angkuh

Riaklah air dangkal mengalir
Laut tak lain tujuan pasti
Panjang jalan pasti berujung
Sadarlah kijang sombong berlari

Diam hanya malam tak berpenghuni
Tenang danau cuma sebentar
Malam takkan kekal
Air kan beriak kembali

Monday, 14 March 2016

Dahan

       Hai, Blog. Terimakasih sudah menyambut kembali, sudah lama tidak bertemu.
       Banyak sudah bulan telah berlalu saat terakhir kali mencurahkan hati disini, mungkin karena masih ada tempat bercerita. Sekarang semua tempat seakan menghilang, merasa meninggalkan atau bahkan ditinggalkan. Sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin aku kabarkan, tapi sudah banyak yang dilupakan dan terlupakan.
       Saat ini aku mencoba memperbaiki kesalahan, membenarkan pemahaman. Sepertinya sudah terlalu jauh aku membuat kesalahan, sudah terlalu dalam luka yang aku gores sendiri. Maaf aku terlah membuat bunga tak lagi mekar pada dahan ku.
       Ingin aku ambil lagi dan ku ikat kembali dahan yang patah, terlalu membiarkan diri untuk berusaha merawat telah membuatnya patah diterbangkan angin. Kini angin sudah terbangkan. Tak ingin membiarkannya terbang jauh, Sekarang aku mencoba raih kembali. Aku sedang berusaha.
Seandainya dahan dapat ku gapai, ingin aku mengikat kembali dan menjaga, karena yang patah akan mudah lepas.
       Maaf telah membuat lepas. Aku sedang mengejar.
       Memang benar, yang membuat kita tersandung dan terjatuh adalah bebatuan kecil, bukan batu yang besar.

Sunday, 30 November 2014

Ingin Memulai Kembali

       Sesuatu yang dulu akrab sudah lama tak berdekatan dan saling meyapa. Gerbong kereta api yang bersatu sudah lama tidak berjalan beriringan. Sepatu lama sudah lama tidak dipakai. Gelas begitu kosong karena teko sudah lama tidak diisi air. Meja sudah lama tidak berisi makanan karena pemilik sudah lama tidak memasak. Seperti itulah blog ini saat ini, sudah lama tidak membaca membuat saya kehabisan kata-kata untuk menuangkan sesuatu di lembar ini.
       Sudah lama tak berjumpa teman, masa lalu masih tersimpan jelas disini. Kenangan bukan sesuatu yang dapat dilupakan. Kenangan akan selalu ada walau kita berusaha melupakan. Seberapa besar usaha untuk melupakan maka akan sebesar itu pula kenangan akan selalu ada.
       Ingin ku isi lagi lembaran ini. Kekosongan ini sungguh tak indah untuk dilihat dan tidak bisa dinikmati. Ingin memulai kembali, mengisi lembaran ini.

Friday, 11 October 2013

Kesempatan Tidak Datang Dua Kali

     Setiap orang merasa dirinya benar saat melakukan sesuatu atau dalam mengambil sebuah keputusan. Tindakan yang tergesa-gesa atau didasari oleh keadaan yang mendesak atau didasari oleh ego yang tinggi serta gengsi dan sebuah harga diri yang di pasang terlalu tinggi seringkali membuat kita salah dalam memilih suatu tindakan. Tindakan ceroboh seperti ini banyak membuat kita kehilangan sesuatu yang berharga.
     Seperti kata orang "kesempatan tidak datang dua kali". Menurut saya kata-kata itu memang benar, kesempatan tidak akan datang kepada kita dua kali. Kalau kesempatan tidak datang dua kali selanjutnya yang kita lakukan adalah mendatangi atau mencari kesempatan tersebut. Sesuatu yang tidak datang maka harusnya kita menjemputnya.
     Tapi sebelum menjemput kesempatan tersebut haruslah kita melakukan yang namanya introspeksi diri. Pertama kita harus sadar dengan kesalahan apa yang kita lakukan sebelumnya. Selanjutnya memikirkan bagaimana caranya mengakui kesalahan tersebut. Kemudian tahap selanjutnya yang kita lakukan adalah menghapus kesalahan yang telah kita lakukan dan tidak mengulanginya.
     Memang manusia adalah tempatnya salah, akan tetapi manusia tidak melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Manusia adalah makhluk yang berfikir. Jika pernah melakukan seuatu kesalahan pastilah dia berfikir untuk tidak melakakannya untuk kedua kalinya.

Wednesday, 27 March 2013

Maaf ayah


Tadi malam sekitar jam 7 an aku mencoba makan disebuah tempat di pinggir jalan di daerah Kiara Condong. Semua dalam keadaan yang biasa, dengan makan di tempat biasa, dengan hari yang biasa.
Aku masuk terus memesan sepiring nasi goreng kepada sang penjualnya. Kemudian datang seorang ibu beserta tiga orang anaknya. Cuma keluarga biasa yang memesan makanan untuk mengisi perut mereka, sama sepertiku.
Setelah nasi goreng pesananku jadi, aku menyantap nasi goreng itu. Anak yang duduk disebelahku menanyakan kepada ibunya kapan ayahnya pulang, terus sang ibu menjawab, “papa pulangnya besok malem, pulang kerja baru kerumah”. Aku lihat ada sedikit gurat kekecewaan diwajah anak itu. Beberapa saat kemudian sang anak menghubungi ayahnya melalu HP kemudian menanyakan hal yang sama kepada ayahnya langsung. Hanya percakapan biasa yang terjadi namun aku sedikit berpikir.
Terpikir olehku betapa seorang ayah dalam mencari uang untuk kelangsungan hidup istri dan anaknya. Maafkan aku ayah telah banyak menyia-nyiakan pengorbananmu.

Thursday, 21 March 2013

Karma?


Hello rabu pagi, langit pagi ini terlihat sedikit mendung dengan dinginnya menusuk tulang. Hari ini otakku penuh dengan pikiran setelah bertemu dengan seorang teman dan berbincang sendikit dengannya.
Sekitar setahun yang lalu aku pernah berbincang dengannya soal perkuliahan. Setahun yang silam dia kurang lebih sama seperti aku sekitar 1 semester yang lalu, jarang masuk kuliah. Aku memberikan banyak motivasi kepadanya supaya dia rajin masuk kuliah. Akhirnya usahaku berhasil, sekarang dia sudah rajin kuliah lagi.
Tapi cerita seakan berbalik, semua bagai bumerang bagiku, apa yang aku katakan kepadanya sekarang dia punya waktu untuk membicarakan hal yang sama kepadaku. Ini seperti cambuk kenapa aku bisa menjadi seperti dia. Apakah ini karma? Atau apakah aku harus memastikan diriku tidak menjadi seperti itu juga sebelum aku memberikan semangat kepada orang lain? Diluar itu aku cuma ingin berterimakasih, terimakasih teman atas semangatnya.

Tuesday, 19 March 2013

Terimakasih


                Selamat siang mentari, terimakasih sudah membuat pagi ku jadi bersinar kembali. Sudah lama aku tidak bertemu dengan pagi secerah ini, terimakasih mentari. Sang rembulan juga ikut serta membuat malamku begitu sendu. Dahulu berasa begitu gelap, sendiri, dan dingin, terimakasih rembulan telah menemani malamku lagi. Yang paling penting terimakasih untuk dia yang mampu buat hariku yg kelam kembali bersinar, yang membuatku mampu membedakan yang mana terang dan yang mana gelap, yang mampu menggerakkan awan menjadikan langit lebih indah, terimakasih untuk dia.
                Mohon maaf kepada sang waktu, kau begitu tak bersahabat saat ini. Mengapa aku dengannya waktu sangat tidak mendukung? Begitu sebentar rasanya engkau berlalu, tapi mengapa setiap aku ingin bertemu dengannya kau seakan merangkak begitu lama sampai pada harinya? Sang waktu tolonglah bersahabat sedikit kepadaku saat ini.
                Untukmu buatlah diriku selalu seperti ini karena aku tidak ingin kembali ke masa yang tidak aku ingini itu. Terimakasi kepada semua, kecuali sang waktu.



Catatan seorang manusia yang sedang menikmati hari yang sangat indah

Wednesday, 20 February 2013

Kecut Hati


Sudah cukup pahit rasanya ketika ku ingat kembali masa itu. Setengah kehidupanku hancur. Aku merusak kuliah, kehilangan semangat, bahkan sampai kehilangan teman.
Sudah ku tutup lebaran kelam dimasa itu. Sudah cukup rasanya merasakan hancur dan kehilangan semangat untuk bangkit.
Ketika aku sudah mulai bangkit kenapa dia malah masuk ke hidupku lagi? Seperti berhadapan dengan lubang yang sama ketika kau pernah jatuh, tentunya karena kau tau itu sakit maka kau tidak akan pernah mau lagi jatuh ke lubang itu. Itulah posisi diriku saat itu, antara takut dan mau, tidak ingin mengulangi kejadian yg sama untuk kedua kalinya dengan orang yang sama.
Waktu berjalan sesuai dengan keinginan ku. Saat ini hatinya sudah aku dapatkan. Semua lancar seperti tanpa ada halangan. Aku bahagia sekarang, setiap hari berkomunikasi, hampir setiap hari dia berkunjung ke tempat ku. Impian yang dahulu pernah muncul dan kemudian jatuh sekarang berhasil aku dapatkan.
Dibalik kebahagiaan itu terselip di dalam hati rasa takut. Takut kehilangan tentunya. Ini berawal ketika aku mengetahui seorang teman juga menyukainya. Memang aku akui banyak orang seperti temanku tersebut, tapi yang membuat aku takut adalah bahwa posisi teman ini layaknya aku dahulu ketika dia masih bersama pacar sebelumnya.
Semoga apa yang aku takutkan ini tidak pernah terjadi

Wednesday, 2 January 2013

Aku?


                Tak terasa ini sudah tahun 2013, cukup lama semenjak terakhir kali aku tuliskan sesuatu di blog ini. Aku ingin sedikit bercerita kenapa aku tidak menuliskan sesuatu disini.
                Selama satu semester terakhir hidup ku kacau, aku mengacaukan segalanya. Ini semua berawal dari seorang gadis yang berujung pada hidupku. Entah kenapa, ini rasanya begitu bodoh ketika hidupku bisa hancur oleh karena seseorang. Kuliah ku menjadi kacau, aku kehilangan teman, aku kehilangan segalanya, aku seperti menjadi alien dalam kehidupan nyata, aku bagaikan orang yang cuma hidup sendiri di bumi.
                Kuliah ku kacau, ada sekitar 4 bulan aku tidak masuk kuliah padahal dalam kuliah, semester ini ada semester terbaikku, aku sudah mencapai ipk 3 koma lebih, ini merupakan pencapaian terbaikku selama aku kuliah.
                Dalam kuliah bisa dibilang ini sudah setengah jalan lebih, harusnya aku lebih serius dalam kuliah, tapi apa yang aku lakukan? Aku menghancurkan semuanya, dari 24 sks yang aku ambil hanya beberapa mata kuliah yang bisa aku ikuti UAS nya, walaupun bisa ikut UAS aku yakin nilaiku tidak akan baik. Dari seluruh mata kuliah yang aku ikuti, tidak sedikit pun aku membuat tugas dan mengikuti UTS. Ini adalah semester terburuk yang aku jalani.
                Aku sadar perbuatanku, aku tau bahwa aku harus berubah, aku tidak boleh tetap berada di lubang hitam ini, aku harus keluar. 2 bulan terakhir aku mencoba memperbaiki semuanya, tapi begitu sulit, kuliahku sudah tidak bisa diperbaiki lagi, nilaiku sudah pasti hancur, ini membuat aku kehilangan semangat lagi, kawan yang dulunya perduli sekarang sudah tidak, aku merasa seperti itu.
                Ingin sekali aku keluar dari lubang ini, tapi aku belum menemukan caranya. Semangat ku sudah luntur. Telah beberapa cara aku coba, mungkin untuk soal kuliah aku bisa memperbaikinya di semster baru, karena semster ini sudah masuk ke jadwal UAS, aku sudah tidak bisa lagi memperbaiki kuliahku di semster ini. Untuk masalah teman mungkin harus aku berawal dari diriku sendiri dulu, sehingga mereka bisa seperti dulu lagi.
                Sekarang yang menjadi masalah diriku adalah menumbuhkan semangat diriku sendiri. Sampai saat ini, walaupun aku sudah tau langkah-langkah yang harus aku jalani untuk merubah semua itu, tapi semangatnya belum aku dapatkan, mungkin jika rencana itu sudah aku jalani aku akan berbuat hal yang sama seperti semester ini.
                Seorang teman beberapa jam yang lalu bertanya. “Siapa itu Mufti Agusta”. Aku tidak bisa menjawab, aku sendiri tidak tau siapa diriku ini, apa tujuanku dan apa harapanku dalam hidup. Ingin sekali rasanya aku kembali ke pertengahan tahun kemarin, akan aku ubah semua kesalahan yang membuat aku menjadi seperti ini.
                Aku cuma berharap pada tahun ini aku tidak menjadi diriku di setengah semster akhir tahun kemarin dan aku ingin tau siapa diriku, apa tujuanku dan apa harapanku dalam hidup.

Monday, 28 May 2012

Akhir Pesta


Untuk hal seperti sakit seperti ini ada satu hal yang selalu aku rindukan, yaitu sentuhan orang tua, sahabat, maupun pacar atau apapun namanya yang memiliki hubungan emosional. Sedikit naif aku beranikan diri untuk berkelana di negeri orang tanpa salah satu yang di sebutkan yang kemudian dihadapkan pada kenyataan seperti ini.
Orang tua tidak mungkin aku bawa pada perjalanku, aku juga harus menerima kenyataan bahwa keinginan ini bertujuan juga agar hidup mandiri, jauh dari orang tua. Agak munafik kalau orang tua dibawa pada perjalananku untuk “mencari sarang angin” istilah pada sebuah novel yang pernah ku baca dalam mencari hikmah hidup.
Sahabat ku pun memiliki jalannya sendiri untuk menjalani hidup, tidak bisa aku memaksa kehendak supaya mereka menempuh jalan yang sama, bahkan aku sendirilah yang menyuruh mereka menjalankan hal yang berbeda dalam ini tapi memiliki tujuan yang sama.
Pacar?, entahlah. Ada sesuatu hal yang harus aku jalani untuk berangan memilikinya. Tinggal 1 tahap lagi menurutku, namun seperti tindakan seakan aku tidak mau untuk hal itu sekarang ini. Terserahlah mau berfikir apa, namun nanti juga akan jelas pada waktunya.
Sakit ku ini sudah 4 hari sebetulnya, namun sebelum perjalanan liburan paginya sudah sangat jauh mendingan. Tapi karena ini sangat sayang untuk di lewatkan, aku berusaha untuk menghilangkan sakit ini sebentar, menjelang “pesta” ini selesai. Sekarang aku tanggung sendiri resikonya, bukannya sembuh tapi malah semakin menjadi.
Senang tentunya bisa ikut dalam “pesta” keluargaku ini, sangat menyenangkan, ada beberapa hal yang membuatku senang. Namun juga ada beberapa hal yang membuatku agak terdiam. Akan hal itu dan juga penyakit yang semakin menjadi ini. Untuk sekarang aku berharap agar hal itu cepat terselesaikan dan penyakit ini sembuh secepatnya. 

Wednesday, 16 May 2012

It's an Adventure


Haha, merasa puas dengan diri sendiri, bisa membawa motor dari Bandung sampai Jakarta dan sebaliknya. Kenapa aku merasa puas, karena menurut kebanyakan orang membawa motor dari Bandung ke Jakarta itu adalah sesuatu yang gila, begitu capek, lagian ada banyak pilihan lain kenapa harus membawa motor.
Ini bukan masalah bodoh atau sesuatu hal yang tidak diperhitungkan. Memang rencananya ini dadakan, tapi menurut ku ini adalah sesuatu yang harus di jalankan, mengingat setiap yang direncanakan matang itu akhirnya tidak jadi dilaksanakan. Memang sedikit gila, ke Jakarta dengan kondisi yang tidak tahu jalan. Tapi inilah nilai tantangan menurut ku, sesuatu yang disebut adventure, menjelajahi sebuah medan dengan kebutaan.
 Aku dulu pernah belajar materi survival dan navigasi medan di sispala-ku. Senior bercerita bahwa mereka dulu hobi menjelajahi hutan tertentu dengan berbekal peta dan kompas. Mereka tidak mengetahui medan yang mereka jelajahi, istilah mereka adalah menyesatkan diri di hutan, selanjutnya mereka mencoba ilmu yang sudah dipelajari yaitu dengan navigasi medan, kalau mereka tersesat dan harus menginap mereka mempraktekkan materi survival.
Agaknya menurutku ini bukanlah sesuatu yang jauh beda, dengan mengandalkan motor dan mulut, aku juga bisa sampai di Jakarta. Ini adalah pencapaian yang luar biasa menurutku, awalnya belum pernah ke Jakarta, sekalinya ke Jakarta dengan motor dan ini sangat menyenangkan, walau akhirnya harus menanggung resiko capek yang sangat parah.

Tanya Sikap


“Ini bukan masalah komitmen, tapi ini masalah pertimbangan berdasarkan keadaan”, inilah kata hatiku terhadap ego.
Awalnya aku berkeyakinan sepenuhnya, sekarang malah aku yang termasuk memperjuangkan ini untuk berbalik arah.
“Ini masalah pertimbangan orang banyak, tidak lagi aku bisa mengandalkan ego, ini adalah masalah perasaan”, fikir ku.
Teman-teman banyak sekali mengeluarkan keluhan, “kalau terus begini gw ga sanggup, gw mending cabut deh”, kata seorang teman.
Menurut ku ini wajar karena pihak itu tidak ada perasaan, mungkin ini karena mereka atau dia tidak mempunyai pendidikan bahkan pengetahuan tentang itu menurutku.
Pada awalnya aku bersikeras bahwa ini harus dilaksanakan, “ga bisa kawan, ini orang kita, kita harus berjuang untuk itu, apa kalian mau menelantarkannya? Dimana kata kalian itu bahwa sesama kita harus diperjuangkan?”, kata-kata ini keluar dari mulutku.
Disetujui memang, namun pada perjalanannya banyak sekali yang tidak diharapkan terjadi, pada teman-teman yang langsung ikut sangat terjadi ketimpangan, keluhan, sakit hati karenanya. Ini tidak fair menurutku, walaupun aku bukan yang merasakan langsung tetapi dari yang dirasakan teman-teman aku mengerti rasa itu.
Sudahlah itu telah berlalu, sekarang pertanyaannya bagaimana kita merubah itu sekarang, tetapi tidak menyalahi apa yang sudah kita putuskan dari awal, mungkin berubah sikap, tapi bagaimana cara terhormat untuk melakukannya.
“sumpah ga ngerti lagi gw mesti gimana, sekarang kondisinya gini, kalau kita lanjut, mati didalam kita, tapi kalau kita balik abis kita dimakan massa”, kata seorang teman yang ikut memikirkan ini.
“Gw ngerti sob, posisi kita sama, sekarang gimana caranya. Sekarang kita fokus di solusi,gimana kita menanggulangi ini, mesti kita pikir caranya yang matang agar ga ada kesinggung sana-sini”, balasku.
Tidak satu-dua orang yang pusing bahkan aku sendiri pun bingung, antara marah dan kasihan
“sekarang kalau menurut gw kita mesti lihat, seberapa besar kita benci itu orang, dan seberapa besar kita kasihan sama ini orang. Kalau udah kita ukur baru menurut gw kita bisa nentuin apa yang harus kita lakuin”, tutur teman lainnya.
Selama beberapa hari setelah itu banyak sekali beban pikiran aku dan teman-teman. Semuanya berfikir tentang apa yang harus dilakukan dengan menimbang masing-masing efeknya.
Pertemuan hari ini menurutku adalah sesuatu yang sudah sangat membuka jalan terang. Hari ini menyimpulkan dari banyak pikiran masing-masing untuk menentukan kemana kita harus bersikap.
“Oke sekarang kita mesti balik, menimbang daripada kita mati didalam, kalau masalah keluar ada beberapa jalan untuk menanggulanginya”, perkataan temanku menyudahi pertemuan kami.
“Tapi kita mesti ada pertemuaan yang lebih gede boy, supaya kita semua paham dengan kondisi yang ada sekarang”, tuturku menambahkan.
“Oke besok kita mesti ketemu lagi, tolong kalian ajak temen-temen yang lain. Ini sangat perlu teman-teman supaya mesti jelas semuanya”, teman ku melanjutkan omongannya.
Menurut ku sekarang ini sudah mendekati selesainya masalah ini. Sekarang bagaimana kita melaksanakannya sob. Kita tunggu apa yang terjadi esoknya.

Tuesday, 27 March 2012

Tolak Ukur Penilaian Teman


Ngomongin soal pertemanan, ada satu hal yang jadi pertanyaan saya. Ini tentang “tolak ukur penilaian teman”. Berkaitan dengan pepatah “gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga”. Mungkin sebagian paham dengan pepatah ini, tapi bagi yang belum saya akan menjelaskannya sedikit, maksudnya gara-gara kelakuan satu orang maka semua orang dalam lingkungan itu di cap sama. Pepatah ini menurut saya mempunyai makna bahwa ketika seseorang melakukan kesalahan, maka kebaikan sebelumnya itu akan percuma. Orang akan mengkaji kesalahan yang dia lakukan, dengan melupakan kebaikan sebelumnya, ini saya lihat dari realita yang terjadi di sekitar saya.
Ini sangat dekat hubungannya dengan pertemanan. Ketika seorang teman melakukan kesalahan, maka kebaikannya tidak dipandang lagi. Sangat tidak pantas hal itu, teman hanyalah seorang manusia, dia bisa melakukan kesalahan karena manusia itu tempatnya salah dan khilaf. Sekarang buka matalah kawan, jangan gara-gara satu kesalahannya kita menutup segala kebaikan yang dia lakukan. Coba itu dibawakan ke posisi kita, itu terasa sangat menyakitkan jika kita berada pada posisi dia.
Ada lagi hal yang berkaitan dengan tolak ukur penilaian teman. Saya sebenarnya masih bingung dengan tolak ukur orang berteman. Menurut saya tolak ukur seorang itu bisa menjadi teman adalah ketika kita sepaham, walaupun tidak sepaham tapi dia menghargai pandangan kita. Menurut saya itu sudah cukup menjadi tolak ukur kenapa dia menjadi teman kita. Tidak dengan melihat status sosial, kepentingan atau yang lainnya. Janganlah membeda-bedakan teman seperti itu.

Sunday, 5 February 2012

Teman Pacar Temanku

     Hari ini, Sabtu tanggal 4 Februari 2012, untuk pertama kalinya ke kota Bukit Tinggi di tahun ini. Tak ada perubahan yang berarti dari kota itu, masih seperti itu, hanya beberapa hal yang diperindah dari kota itu. Tujuan kali ini masih tetap sama seperti sebelumnya, Jam Gadang, ya Jam Gadang, salah satu tujuan wisata dari kota ini. Sebenarnya bukan Jam Gadang atau tempat wisata lainnya yang ingin aku ceritakan sekarang, lebih kepada sesuatu yang lebih menyenngkan dan lebih indah dari tempat wisata.
     Hari ini aku bertemu teman dalam dunia maya, teman dekat dalam game online. Sebelumnya hanya cerita tanpa peran, sebelumnya hanya kata tanpa gestur, sebelumnya hanya berbicara dan bercerita tanpa tau kepada siapa aku bercerita. Hanya bertemu di dunia maya, hanya itu. Tapi hari ini aku bertemu, walaupun tak semua, tapi setidaknya mereka mewakili yang lain untuk bisa bertatap muka, bertemu dalam dunia nyata. Tak hanya dunia maya, sekarang dalam dunia nyata pun kami bertemu, tapi lagi-lagi bukan ini yang ingin kuceritakan.
     Perjalanan ke Bukit Tinggi hari ini seperti biasa, dengan temanku dan pacarnya, tetapi ada yang beda kali ini, biasanya aku pergi bersama teman-temanku dan pacarnya, namun sekarang aku bersama temanku, hanya seorang, dia bersama pacarnya dan pacarnya mengajak temannya pula, ada dua orang awalnya namun bertemu di Bukit Tinggi satu orang lagi.
     Satu hal yang membuat hari ini begitu indah, teman dari pacar temanku, seseorang yang sering ada dalam gambaranku, semacam gagasan yang timbul dari dulu dalam otakku akan tetapi untuk pertama kalinya aku temui seseorang yang sama seperti gambaran orang masa depan dalam otakku di dunia nyata. Sekarang itu tak lagi cuma ide, tak lagi gagasan, dan tak lagi gambaran yang tak terwujud.
     Wanita sepertimu, teman dari pacar temanku. Orang yang sesuai dengan gambaranku, orang yang sangat sesuai dengan harapku. wanita dengan kerudung, wajah yang ayu, sifat yang sangat merendah, gaya yang tak terlalu diperhitungkan.
     Wanita sepertimu sudah lama dalam dunia ide ku, bayangan yang selama ini yang terus aku cari. wanita sepertimu dengan kerudung, menunjukkan identitas bahwa engkau wanita yang tau agama, dan melaksanakan perintah agama. Tak seperti wanita kebanyakan sekarang, bahkan aku belum apa-apa dibandingkan engkau.
     Wajah yang tak dipoles akan tetapi menunjukkan betapa engkau tidak membutuhkan itu untuk membuat kau terlihat indah. Apa adanya, tapi kau tetap terlihat ayu, bukan tipuan seperti yang lain dengan menutupi untuk terlihat seolah-olah cantik dan seakan-akan manis, tapi kau tak perlu itu, karena kau sudah memiliki itu.
     Sifat yang sangat merendah, tutur kata yang indah, bergaul dengan siapa saja, tanpa melihat golongan dan strata sosial, peduli dengan yang lain. Gaya yang low profile memperindah parasmu nan ayu, membuat setiap orang merasa kagum denganmu, bahkan aku pun mengagumimu. Hanya sebatas kagum saat ini yang kurasa, dan rasa gembira didalam hati karena bisa menemukan orang yang sesuai dengan apa yang aku harapkan. Aku tak berani untuk berharap lebih, karena orang sepertimu sangat sempurna bagi orang sepertiku, belum saatnya aku mendapatkan orang sepertimu, karena ada beberapa hal yang harus kuubah dari diriku untuk bersama orang sepertimu.

Tuesday, 20 December 2011

Mengubah flashdisk menjadi RAM

     Bagaimana mengubah flashdisk menjadi RAM hanyalah mitos dunia komputer. Yang benar adalah mengubah flashdisk sehingga bekerja layaknya RAM. Cara ini disebut virtual memory.
Sebelum mengenal virtual memory saya mo jelasin dikit perbedaan RAM dan harddisk/flashdisk. RAM (random access memory) merupakan hardware komputer yang berguna menyimpan data yang akan di proses oleh prosesor. RAM adalah satu-satunya media penyimpanan yang bisa diakses langsung oleh prosesor. RAM umumnya bersifat volatile alias data didalamnya akan hilang begitu listrik dimatikan.
Harddisk dan flashdisk adalah media penyimpan data yang tidak langsung di proses oleh prosesor. Kedua media penyimpanan ini bersifat non-volatile alias datanya tidak akan hilang meskipun tidak ada sumber daya listrik.
     Baik RAM, flashdisk, harddisk, atau media penyimpanan lainnya memiliki 2 persamaan umum yaitusize dan speed. Size adalah ukuran media tersebut dalam menampung data dalam satuan byte (Kilobyte, Megabyte, Gigabyte, and go on) dan speed adalah kecepatan baca dan tulis data pada perangkat tersebut.
     Virtual memory adalah suatu teknik komputasi dimana harddisk atau penyimpanan lain selain RAM bekerja layaknya RAM. Teknik seperti ini sudah ada sejak tahun 60an. Latar belakang munculnya adalah dikarenakan terbatasnya size dan speed RAM yang ada pada saat itu, sedangkan storage sudah berkembang lebih baik dalam hal size atau speed. Jadi, ketika anda menjalankan suatu aplikasi yang besar dan memakan banyak tempat di RAM, maka sebagian dari data tersebut akan dipindahkan ke virtual memory.
     "Tapi bung, software anu jelas-jelas bilang klo itu tuh mengubah flashdisk jadi RAM!", yah disitulah masalahnya, para developer software-software tersebut sebenarnya sengaja memudahkan hidup anda dengan menghindari istilah rumit macam virtual memory.
     Di Windows, sebenarnya sudah ada fitur virtual memory tanpa harus menginstall software-software tersebut. Jika di distro Linux, virtual memory biasa disebut swap.
     Apakah virtual memory itu "wajib" hukumnya? Tidak, virtual memory bisa diterapkan pada komputer anda ataupun tidak. Jika anda memiliki RAM yang terbatas namun aktifitas komputasi anda besar maka memang sebaiknya menggunakan virtual memory. Namun, jika RAM anda size nya sudah besar, katakanlah 4GB, kemudian aktifitas komputasi anda hanya berkutat pada ngetik, dengerin musik, atau hal sepele lainnya maka boleh tidak menggunakan virtual memory.
     Oh iya, sebaiknya memang harus menggunakan flashdisk daripada harddisk. Dengan menggunakan harddisk sebagai virtual memory maka akan menurunkan speed harddisk. Sebaiknya gunakan flashdisk tersendiri untuk dijadikan virtual memory.
Tapi daripada beli flashdisk untuk virtual memory, lebih baik anda membeli RAM saja.

Begini caranya :
• Masukkan flashdisk ke port komputer(port ini jangan diganggu dengan bergonta-ganti flashdisk, modem, atau yang lainnya, benar-benar harus mempunyai port tersendiri).
• Ganti nama Flashdisk dengan nama “RAM Drive”
• Masuk ke My computer > Properties > Advanced > Setting >
• Klik Tab Anvanced > Change
• Pilih port flashdisk yang kita masukkan tadi
• Pilih custom size
• Untuk mengisi angka pada initial size dan maximum size, komputer membutuhkan paling kurang 5 Mb ruang kosong pada Flashdisk. Jika pada space available tertulis 256 Mb, maka kita tuliskan 251 Mb.
• Klik set > Aplly > OK. Ingat klik Aplly dulu baru OK
• Jika pada komputer tertulis permintaan restart now, klik restart now untuk merestart komputer.
• Nah proses penambahan RAM komputer anda telah selesai.
Yang harus diperhatikan :
• Port USB yang kamu gunakan untuk Flashdisk tidak boleh diganggu gugat lagi. Untuk itu, pilih port USB yang betul-betul anda tidak gunakan sama sekali agar tidak terganggu untuk keperluan lain.
• Jangan sekali kali mencabut flashdisk dari komputer jika komputer masih dalam keadaan hidup, karena akan dapat menyebabkan crash pada komputer kamu.




sumber : http://kehl-bellrose.blogspot.com/2011/11/mitos-mengubah-flashdisk-menjadi-ram.html

Saturday, 3 December 2011

30 September


Tuhan sampaikan amarah
Luluh-lantahkan kotaku
Goyangkan bumi panas
Hancurkan indahnya kota
Mungkin itu cara-Mu panggil sebagian orang dikotaku
                Rumah, Bangunan, Gedung tak indah
                Merayap bagaikan tentara perang
                Sejajar, sama tempat ku berdiri
                Tak kokoh lagi
                Tak sombong lagi menjulang kelangit
                Tak seperti kala dia kuat
Bumi indahku bagai kota tak berpenghuni
Kotaku sepi
Tak banyak lagi
Malam tak ramai lagi
Tak seperti gempita malam biasanya
Sebagian orang telah Kau panggil
Termasuk temanku, sahabatku, orang kasihku
Aku tak menghujatmu Tuhan
Mungkin itu sudah takdirnya
Yang dia sepakati dengan-Mu sebelum dikirim ke dunia
                Tak ada lagi tawa candanya
                Hilang sudah ramahnya
                Terkubur bersama jasadnya
                Tinggalkan pusara untuk kita
                Rumah terakhir nan abadi sang jasad
                Tempat renungan bagi nan hidup
Hilang semua cita mu
Musnah semua harap mu
Bumi ini sudah bukan tempatmu
Kau tinggalkan aku, keluargamu, sahabatmu
Menyisakan bekas kenangan denganmu
Canda tawamu
Ramah bicaramu
                Tak kujadikan itu sebuah penyesalan
                Tak kujadikan itu sebuah hujatan
                Kujadikan itu sebuah kenangan
                Kenangan indah bersamamu
                Untuk selamanya

Ardila Hermaniar Tulasmi
Lahir tanggal 17 Mei 1992
Wafat tanggal 30 September 2009
Seorang sahabat yang telah mendahului

Friday, 2 December 2011

Pengecut

     Aku seorang pengecut. Benar, katakanlah. Melakukan tak semudah membayangkan. Hanya spekulasi yang berani ku lakukan, tapi realisasi sangat jauh dari harapan. Jangan untuk menyudahi, melanjutkan saja aku tak mampu. Sebatas memulai saja mungkin, tapi itu jauh dari harapan. Ingin menyudahi langkah ini. Bagian dari rencana, langkah cepat untuk menyudahi kemudian melanjutkan dengan langkah baru. Sekarang masih sebatas rencana, belum ada realisasi. Masih takut untuk mengambil konsekuensi. Benar itulah pengecut, tapi sayang itu aku.