Monday, 14 March 2016

Dahan

       Hai, Blog. Terimakasih sudah menyambut kembali, sudah lama tidak bertemu.
       Banyak sudah bulan telah berlalu saat terakhir kali mencurahkan hati disini, mungkin karena masih ada tempat bercerita. Sekarang semua tempat seakan menghilang, merasa meninggalkan atau bahkan ditinggalkan. Sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin aku kabarkan, tapi sudah banyak yang dilupakan dan terlupakan.
       Saat ini aku mencoba memperbaiki kesalahan, membenarkan pemahaman. Sepertinya sudah terlalu jauh aku membuat kesalahan, sudah terlalu dalam luka yang aku gores sendiri. Maaf aku terlah membuat bunga tak lagi mekar pada dahan ku.
       Ingin aku ambil lagi dan ku ikat kembali dahan yang patah, terlalu membiarkan diri untuk berusaha merawat telah membuatnya patah diterbangkan angin. Kini angin sudah terbangkan. Tak ingin membiarkannya terbang jauh, Sekarang aku mencoba raih kembali. Aku sedang berusaha.
Seandainya dahan dapat ku gapai, ingin aku mengikat kembali dan menjaga, karena yang patah akan mudah lepas.
       Maaf telah membuat lepas. Aku sedang mengejar.
       Memang benar, yang membuat kita tersandung dan terjatuh adalah bebatuan kecil, bukan batu yang besar.

Sunday, 30 November 2014

Ingin Memulai Kembali

       Sesuatu yang dulu akrab sudah lama tak berdekatan dan saling meyapa. Gerbong kereta api yang bersatu sudah lama tidak berjalan beriringan. Sepatu lama sudah lama tidak dipakai. Gelas begitu kosong karena teko sudah lama tidak diisi air. Meja sudah lama tidak berisi makanan karena pemilik sudah lama tidak memasak. Seperti itulah blog ini saat ini, sudah lama tidak membaca membuat saya kehabisan kata-kata untuk menuangkan sesuatu di lembar ini.
       Sudah lama tak berjumpa teman, masa lalu masih tersimpan jelas disini. Kenangan bukan sesuatu yang dapat dilupakan. Kenangan akan selalu ada walau kita berusaha melupakan. Seberapa besar usaha untuk melupakan maka akan sebesar itu pula kenangan akan selalu ada.
       Ingin ku isi lagi lembaran ini. Kekosongan ini sungguh tak indah untuk dilihat dan tidak bisa dinikmati. Ingin memulai kembali, mengisi lembaran ini.

Friday, 11 October 2013

Kesempatan Tidak Datang Dua Kali

     Setiap orang merasa dirinya benar saat melakukan sesuatu atau dalam mengambil sebuah keputusan. Tindakan yang tergesa-gesa atau didasari oleh keadaan yang mendesak atau didasari oleh ego yang tinggi serta gengsi dan sebuah harga diri yang di pasang terlalu tinggi seringkali membuat kita salah dalam memilih suatu tindakan. Tindakan ceroboh seperti ini banyak membuat kita kehilangan sesuatu yang berharga.
     Seperti kata orang "kesempatan tidak datang dua kali". Menurut saya kata-kata itu memang benar, kesempatan tidak akan datang kepada kita dua kali. Kalau kesempatan tidak datang dua kali selanjutnya yang kita lakukan adalah mendatangi atau mencari kesempatan tersebut. Sesuatu yang tidak datang maka harusnya kita menjemputnya.
     Tapi sebelum menjemput kesempatan tersebut haruslah kita melakukan yang namanya introspeksi diri. Pertama kita harus sadar dengan kesalahan apa yang kita lakukan sebelumnya. Selanjutnya memikirkan bagaimana caranya mengakui kesalahan tersebut. Kemudian tahap selanjutnya yang kita lakukan adalah menghapus kesalahan yang telah kita lakukan dan tidak mengulanginya.
     Memang manusia adalah tempatnya salah, akan tetapi manusia tidak melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Manusia adalah makhluk yang berfikir. Jika pernah melakukan seuatu kesalahan pastilah dia berfikir untuk tidak melakakannya untuk kedua kalinya.

Wednesday, 27 March 2013

Maaf ayah


Tadi malam sekitar jam 7 an aku mencoba makan disebuah tempat di pinggir jalan di daerah Kiara Condong. Semua dalam keadaan yang biasa, dengan makan di tempat biasa, dengan hari yang biasa.
Aku masuk terus memesan sepiring nasi goreng kepada sang penjualnya. Kemudian datang seorang ibu beserta tiga orang anaknya. Cuma keluarga biasa yang memesan makanan untuk mengisi perut mereka, sama sepertiku.
Setelah nasi goreng pesananku jadi, aku menyantap nasi goreng itu. Anak yang duduk disebelahku menanyakan kepada ibunya kapan ayahnya pulang, terus sang ibu menjawab, “papa pulangnya besok malem, pulang kerja baru kerumah”. Aku lihat ada sedikit gurat kekecewaan diwajah anak itu. Beberapa saat kemudian sang anak menghubungi ayahnya melalu HP kemudian menanyakan hal yang sama kepada ayahnya langsung. Hanya percakapan biasa yang terjadi namun aku sedikit berpikir.
Terpikir olehku betapa seorang ayah dalam mencari uang untuk kelangsungan hidup istri dan anaknya. Maafkan aku ayah telah banyak menyia-nyiakan pengorbananmu.

Thursday, 21 March 2013

Karma?


Hello rabu pagi, langit pagi ini terlihat sedikit mendung dengan dinginnya menusuk tulang. Hari ini otakku penuh dengan pikiran setelah bertemu dengan seorang teman dan berbincang sendikit dengannya.
Sekitar setahun yang lalu aku pernah berbincang dengannya soal perkuliahan. Setahun yang silam dia kurang lebih sama seperti aku sekitar 1 semester yang lalu, jarang masuk kuliah. Aku memberikan banyak motivasi kepadanya supaya dia rajin masuk kuliah. Akhirnya usahaku berhasil, sekarang dia sudah rajin kuliah lagi.
Tapi cerita seakan berbalik, semua bagai bumerang bagiku, apa yang aku katakan kepadanya sekarang dia punya waktu untuk membicarakan hal yang sama kepadaku. Ini seperti cambuk kenapa aku bisa menjadi seperti dia. Apakah ini karma? Atau apakah aku harus memastikan diriku tidak menjadi seperti itu juga sebelum aku memberikan semangat kepada orang lain? Diluar itu aku cuma ingin berterimakasih, terimakasih teman atas semangatnya.

Tuesday, 19 March 2013

Terimakasih


                Selamat siang mentari, terimakasih sudah membuat pagi ku jadi bersinar kembali. Sudah lama aku tidak bertemu dengan pagi secerah ini, terimakasih mentari. Sang rembulan juga ikut serta membuat malamku begitu sendu. Dahulu berasa begitu gelap, sendiri, dan dingin, terimakasih rembulan telah menemani malamku lagi. Yang paling penting terimakasih untuk dia yang mampu buat hariku yg kelam kembali bersinar, yang membuatku mampu membedakan yang mana terang dan yang mana gelap, yang mampu menggerakkan awan menjadikan langit lebih indah, terimakasih untuk dia.
                Mohon maaf kepada sang waktu, kau begitu tak bersahabat saat ini. Mengapa aku dengannya waktu sangat tidak mendukung? Begitu sebentar rasanya engkau berlalu, tapi mengapa setiap aku ingin bertemu dengannya kau seakan merangkak begitu lama sampai pada harinya? Sang waktu tolonglah bersahabat sedikit kepadaku saat ini.
                Untukmu buatlah diriku selalu seperti ini karena aku tidak ingin kembali ke masa yang tidak aku ingini itu. Terimakasi kepada semua, kecuali sang waktu.



Catatan seorang manusia yang sedang menikmati hari yang sangat indah

Wednesday, 20 February 2013

Kecut Hati


Sudah cukup pahit rasanya ketika ku ingat kembali masa itu. Setengah kehidupanku hancur. Aku merusak kuliah, kehilangan semangat, bahkan sampai kehilangan teman.
Sudah ku tutup lebaran kelam dimasa itu. Sudah cukup rasanya merasakan hancur dan kehilangan semangat untuk bangkit.
Ketika aku sudah mulai bangkit kenapa dia malah masuk ke hidupku lagi? Seperti berhadapan dengan lubang yang sama ketika kau pernah jatuh, tentunya karena kau tau itu sakit maka kau tidak akan pernah mau lagi jatuh ke lubang itu. Itulah posisi diriku saat itu, antara takut dan mau, tidak ingin mengulangi kejadian yg sama untuk kedua kalinya dengan orang yang sama.
Waktu berjalan sesuai dengan keinginan ku. Saat ini hatinya sudah aku dapatkan. Semua lancar seperti tanpa ada halangan. Aku bahagia sekarang, setiap hari berkomunikasi, hampir setiap hari dia berkunjung ke tempat ku. Impian yang dahulu pernah muncul dan kemudian jatuh sekarang berhasil aku dapatkan.
Dibalik kebahagiaan itu terselip di dalam hati rasa takut. Takut kehilangan tentunya. Ini berawal ketika aku mengetahui seorang teman juga menyukainya. Memang aku akui banyak orang seperti temanku tersebut, tapi yang membuat aku takut adalah bahwa posisi teman ini layaknya aku dahulu ketika dia masih bersama pacar sebelumnya.
Semoga apa yang aku takutkan ini tidak pernah terjadi