Sedikit Cerita Dunia
Coretan anak manusia selama ada di DUNIA!
Monday, 18 November 2019
Nanti Kembali
time post
1:07:00 am
Sebenarnya banyak yang ingin aku ceritakan, hanya saja bukan saat ini.
Wednesday, 6 April 2016
Pagi
time post
12:14:00 pm
Ini sudah pagi.
Lelapku sirna sudah.
Mentari sombongkan sinarnya.
Bulan sembunyi di balik lamunan.
Mimpi telah hilang bersama larut malam.
Kenyataan siap menghadang panasnya terik.
Ucapkan selamat tinggal malam.
Monday, 4 April 2016
Hari Minggu
time post
12:11:00 am
Hai hari Minggu.
Semuanya mulai terasa penuh.
Ingin aku berhenti saat ini.
Tapi sinar semu itu tetap menerangi.
Hai hari Minggu.
Semuanya makin terasa sesak.
Kacamata ku melihat semuanya dengan jelas.
Tapi aku tetap menutup mata.
Hai hari Minggu.
Apakah dia akan selalu berkata benar?
Jujur aku tidak tahu.
Hai hari Minggu.
Segala keraguan ini.
Segala ketidak-tahuan ini.
Segala kegelisahan ini.
Segala pertanyaan ini.
Membuatku sungguh ingin berhenti.
Hai hari Minggu.
Aku ingin menyelesaikan semuanya hari ini.
Apakah aku sanggup?
Hari Minggu tolong jawab aku.
Hai hari Minggu.
Beritakanlah kepada hari lainnya.
Aku masih berjuang.
Aku masih berjalan di jalur yang sama.
Gangguan di kiri-kananku pergilah menjauh.
Tuhan, kabarkanlah kapan aku harus berhenti.
Mulai dibuat pada hari Minggu.
Tuesday, 15 March 2016
Menuju Batas
time post
8:16:00 am
Tak mati matahari tenggelam
Tak habis air mengalir
Tak lenyap bulan menghilang
Tak kering air mata keluar
Tak bisu lidah bersuara
Singgasana megah kosong tak tenang
Merayapa rayap menggerogoti
Kokoh kuat tak lagi
Lapuk sudah sesal menjajal
Ajari batu keras nan angkuh
Riaklah air dangkal mengalir
Laut tak lain tujuan pasti
Panjang jalan pasti berujung
Sadarlah kijang sombong berlari
Diam hanya malam tak berpenghuni
Tenang danau cuma sebentar
Malam takkan kekal
Air kan beriak kembali
Monday, 14 March 2016
Dahan
time post
7:16:00 pm
Hai, Blog. Terimakasih sudah menyambut kembali, sudah lama tidak bertemu.
Banyak sudah bulan telah berlalu saat terakhir kali mencurahkan hati disini, mungkin karena masih ada tempat bercerita. Sekarang semua tempat seakan menghilang, merasa meninggalkan atau bahkan ditinggalkan. Sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin aku kabarkan, tapi sudah banyak yang dilupakan dan terlupakan.
Saat ini aku mencoba memperbaiki kesalahan, membenarkan pemahaman. Sepertinya sudah terlalu jauh aku membuat kesalahan, sudah terlalu dalam luka yang aku gores sendiri. Maaf aku terlah membuat bunga tak lagi mekar pada dahan ku.
Ingin aku ambil lagi dan ku ikat kembali dahan yang patah, terlalu membiarkan diri untuk berusaha merawat telah membuatnya patah diterbangkan angin. Kini angin sudah terbangkan. Tak ingin membiarkannya terbang jauh, Sekarang aku mencoba raih kembali. Aku sedang berusaha.
Seandainya dahan dapat ku gapai, ingin aku mengikat kembali dan menjaga, karena yang patah akan mudah lepas.
Maaf telah membuat lepas. Aku sedang mengejar.
Memang benar, yang membuat kita tersandung dan terjatuh adalah bebatuan kecil, bukan batu yang besar.
Sunday, 30 November 2014
Ingin Memulai Kembali
time post
7:34:00 pm
Sesuatu yang dulu akrab sudah lama tak berdekatan dan saling meyapa. Gerbong kereta api yang bersatu sudah lama tidak berjalan beriringan. Sepatu lama sudah lama tidak dipakai. Gelas begitu kosong karena teko sudah lama tidak diisi air. Meja sudah lama tidak berisi makanan karena pemilik sudah lama tidak memasak. Seperti itulah blog ini saat ini, sudah lama tidak membaca membuat saya kehabisan kata-kata untuk menuangkan sesuatu di lembar ini.
Sudah lama tak berjumpa teman, masa lalu masih tersimpan jelas disini. Kenangan bukan sesuatu yang dapat dilupakan. Kenangan akan selalu ada walau kita berusaha melupakan. Seberapa besar usaha untuk melupakan maka akan sebesar itu pula kenangan akan selalu ada.
Ingin ku isi lagi lembaran ini. Kekosongan ini sungguh tak indah untuk dilihat dan tidak bisa dinikmati. Ingin memulai kembali, mengisi lembaran ini.
Sudah lama tak berjumpa teman, masa lalu masih tersimpan jelas disini. Kenangan bukan sesuatu yang dapat dilupakan. Kenangan akan selalu ada walau kita berusaha melupakan. Seberapa besar usaha untuk melupakan maka akan sebesar itu pula kenangan akan selalu ada.
Ingin ku isi lagi lembaran ini. Kekosongan ini sungguh tak indah untuk dilihat dan tidak bisa dinikmati. Ingin memulai kembali, mengisi lembaran ini.
Friday, 11 October 2013
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
time post
11:38:00 pm
Setiap orang merasa dirinya benar saat melakukan sesuatu atau dalam mengambil sebuah keputusan. Tindakan yang tergesa-gesa atau didasari oleh keadaan yang mendesak atau didasari oleh ego yang tinggi serta gengsi dan sebuah harga diri yang di pasang terlalu tinggi seringkali membuat kita salah dalam memilih suatu tindakan. Tindakan ceroboh seperti ini banyak membuat kita kehilangan sesuatu yang berharga.
Seperti kata orang "kesempatan tidak datang dua kali". Menurut saya kata-kata itu memang benar, kesempatan tidak akan datang kepada kita dua kali. Kalau kesempatan tidak datang dua kali selanjutnya yang kita lakukan adalah mendatangi atau mencari kesempatan tersebut. Sesuatu yang tidak datang maka harusnya kita menjemputnya.
Tapi sebelum menjemput kesempatan tersebut haruslah kita melakukan yang namanya introspeksi diri. Pertama kita harus sadar dengan kesalahan apa yang kita lakukan sebelumnya. Selanjutnya memikirkan bagaimana caranya mengakui kesalahan tersebut. Kemudian tahap selanjutnya yang kita lakukan adalah menghapus kesalahan yang telah kita lakukan dan tidak mengulanginya.
Memang manusia adalah tempatnya salah, akan tetapi manusia tidak melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Manusia adalah makhluk yang berfikir. Jika pernah melakukan seuatu kesalahan pastilah dia berfikir untuk tidak melakakannya untuk kedua kalinya.
Subscribe to:
Comments (Atom)